animasi bergerak gif
My Widget
Islam, Sains, Dan Teknologi

Thursday, April 25, 2013

Misteri Dark 'Energy' Alam semesta

Dark matter (biru) di klaster galaksi raksas, Abell 1689
Dark matter (biru) di klaster galaksi raksas, Abell 1689

Astronesia-Alam semesta akan terus berkembang selamanya. Demikian disimpulkan ilmuwan NASA dalam sebuah studi terbaru tentang salah satu teka-teki astronomi terbesar, 'dark energy' atau 'energi gelap'. 

Para peneliti Badan Antariksa AS, NASA menggunakan Teleskop Hubble mengamati dark energy --  yang diyakini sebagai energi yang mendorong perkembangan alam semesta dalam kecepatan yang terus meningkat. 

Ditemukan pada 1998, para astronom belum mendenifisikan apa kekuatan misterius itu -- kecuali bahwa kekuatan itu tak terlihat dan membuat 'bongkahan besar alam' semesta' sebesar  72 persen dari ukurannya. 

Hampir seperempatnya, yakni 24 persen diyakini sebagai 'dark matter' atau 'materi gelap' yang juga misterius -- namun lebih mudah untuk dipelajari daripada 'energi gelap' karema efek gravitasinya.

Bagian yang tersisa dari alam semesta, sekitar 4 persen, dibuat dari unsur sama yang membentuk manusia, planet, bintang dan segala sesuatu yang terbuat dari atom.

Dengan menggunakan 'kaca pembesar raksasa galaksi' -- tim ilmuwan internasional yang dipimpin Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California -- menyimpulkan distribusi dark energy berarti alam semesta tak akan pernah berhenti tumbuh, berkembang. 

Temuan ini, yang akan dipublikasikan alam jurnal Science Kamis 19 Agustus 2010 -- juga menemukan pada akhirnya dark energy akan mati dan menjadi seolah gurun dingin. 

Para ilmuwan menggunakan Hubble dan teleskop besar milik Badan Antariksa Eropa (ESO), Very Large Telescope untuk mengobservasi bagaimana cahaya dari bintang yang jauh terdistorsi di dekat gugus atau klaster galaksi yang dinamakan Abell 1689. 

Galaksi-galaksi tersebut -- yang ditemukan di konstelasi Virgo adalah salah satu klaster galaksi terbesar yang dikenal dalam ilmu pengetahuan.

Karena massanya yang besar, ilmuwan mengatakan itu 'seakan adalah sebuah kaca pembesar kosmik' yang menyebabkan cahaya membelok di sekitarnya. 

"Kami harus mengamati semua sisi dari dark energy," kata Profesor Eric Jullo dari JPL, yang memimpin penelitian. 

"Sangat penting untuk memiliki beberapa metode, dan sekarang kami mendapatkan yang baru, yang  sangat kuat."

"Yang saya suka tentang metode baru kami adalah bahwa ini sangat visual.  Anda secara harfiah bisa  melihat  gravitasi dan dark energy menikung di tampilan  latar belakang galaksi, ke dalam busur."

Ditambahkan dia, kesimpulan penelitian ini adalah, ilmuwan bisa mengatakan untuk kali pertamanya bahwa alam semesta melakukan ekspansi yang -- akan terus menerus berlanjut dan alam semesta akan berkembang selamanya. 

Sementara, Priya Natarajan, kosmolog dari Yale University, yang merupakan bagian dari tim, menambahkan, tim akan mengaplikasikan teknik ini ke lensa gravitasi yang lain.


Sumber : http://astronesia.blogspot.com

Sebentar lagi BULAN bisa ditinggali

Ilustrasi robot 3D menuangkan lapisan demi lapisan tanah dan debu bulan ke sebuahkubah karet shell,


Astronesia-Impian manusia agar dapat hidup di luar angkasa nampaknya akan segera menjadi kenyataan. Saat ini, para ahli sedang memikirkan cara agar bulan bisa dijadikan bumi kedua.
Seperti yang dilansir oleh BBC (1/2), sebuah printer 3D akan dikirim ke bulan untuk membuat bangunan yang bisa kita tinggali. Printer yang dioperasikan oleh robot ini akan memanfaatkan regolith, tanah bulan, untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan bangunan ini.
Direncanakan pembangunan ini akan dilaksanakan di kutub utara bulan. Hal ini dimaksudkan, selain kayanya kandungan air di sana, struktur ini akan mampu menaungi empat orang yang nantinya akan tinggal di sana.
Rencana ini bermula pada 2010 ketika sebuah tim peneliti dari Washington State University mulai menemukan regolith. Menurut mereka, regolith ini terbuat dari silikon, aluminium, kalsium, iron dan magnesium oksida yang bisa digunakan oleh printer 3D untuk membuat suatu struktur yang kokoh.
Hal ini kemudian menarik minat beberapa organisasi termasuk European Space Agency untuk mewujudkan rencana ini. Maka, dilakukanlah segala upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
 
http://astronesia.blogspot.com/
 
Salah satunya adalah dengan cara melakukan uji coba printer 3D ini dalam cuaca ekstrem layaknya di bulan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan suksesnya rencana ini.
Printer 3D sendiri merupakan teknologi terkini di dunia percetakan digital. Melalui printer 3D ini, segala macam benda bisa dibuat sesuai dengan bentuk aslinya di dunia nyata.
 
Sumber : Merdeka.com