A. Muai Panjang
Pemuaian zat terjadi ke segala arah, sehingga panjang, luas, dan ukuran volume zat akan bertambah. Untuk zat padat yang bentuknya memanjang dan berdiameter kecil, sehingga panjang benda jauh lebih besar daripada diameter benda seperti kawat, pertambahan luas dan volume akibat pemuaian dapat diabaikan. Dengan demikian, hanya pertambahan ukuran panjang yang diperhatikan. Pemuaian yang hanya berpengaruh secara nyata pada pertambahan panjang zat disebut muai panjang. Salah satu alat yang digunakan untuk menyelidiki muai panjang zat padat adalah Musschenbroek.

Gambar 2. Musschenbroek adalah alat
untuk menyelidiki muai panjang zat
Alat ini
mengukur muai panjang zat berbentuk batang. Salah satu ujung batang ditempatkan
pada posisi tetap, sehingga ujung yang lain dapat bergerak bebas, ujung yang
bebas akan mendorong sebuah jarum yang menunjuk ke skala saat memuai. Besar
pemuaian dapat dilihat dari skala yag ditunjuk jarum. Makin besar pemuaian,
maka makin besar perputaran jarum pada skala.

Gambar 3. Sebuah batang logam
sebelum dipanaskan dan dan setelah dipanaskan
Tiga batang logam yang dipanaskan
Pertambahan
panjang suatu zat secara fisis:
1.
Berbanding lurus dengan panjang mula-mula
2.
Berbanding lurus dengan perubahan suhu
3.
Bergantung dari jenis zat
Pertambahan
panjang suatu zat secara matematis dapat dituliskan:
Keterangan:
Pertambahan
panjang setiap zat berbeda-beda bergantung pada koefisien zat. Pertambahan
panjang zat padat untuk kenaikan 1°C pada zat sepanjang 1 m disebut koefisien
muai panjang (
).
Tabel 1. Koefisien muai panjang beberapa zat padat

Pemuaian yang
terjadi pada zat padat dapat berupa muai panjang, muai luas, atau muai volume.
Pemuaian juga bergantung dari jenis bahannya (zat). Koefisien muai panjang
aluminium jauh lebih besar daripada tembaga maupun besi sehingga pertambahan
panjang yang terbesar terjadi pada aluminium (Al), tembaga (Cu),
kemudian besi (Fe).
Itu artinya
koefisien muai panjang
Al >
Cu >
Fe.
Perbandingan muai logam yang
dipanaskan
B. Muai Luas
Pada logam
yang berbentuk lempengan tipis (berupa segiempat, segitiga, atau lingkaran),
ukuran volume dapat diabaikan. Ketika lempengan tersebut mendapat pemanasan,
maka dapat diamati hanya pemuaian luasnya saja. Dengan kata lain, zat padat
tersebut mengalami muai luas.
Muai luas dapat diamati pada kaca jendela, pada saat suhu udara panas, dan
suhu kaca menjadi naik sehingga terjadi pemuaian, maka kaca memuai lebih besar
daripada pemuaian bingkainya, akibatnya kaca terlihat terpasang sangat rapat
pada bingkai. Benda yang mengalami muai luas akan menjadi lebih besar daripada
semula.
Pemuaian
yang terjadi pada sebuah benda padat jika ketebalannya jauh lebih kecil
dibandingkan panjang dan lebarnya, maka yang terjadi adalah muai luas.

Gambar 4. Sebuah kaca sebelum
dipanaskan dan dan setelah dipanaskan
Sebuah kaca dipanaskan dan diukur
dengan Musschenbroek
Pertambahan
luas suatu zat bila dipanaskan akan:
1.
Berbanding lurus dengan luas mula-mula
2.
Berbanding lurus dengan perubahan suhu
3.
Bergantung dari jenis zat
Pertambahan
luas yang terjadi apabila benda menerima panas, secara matematis dapat
dituliskan:
Keterangan:
C. Muai Volume
Jika benda
yang kita panaskan berbentuk balok, kubus, atau berbentuk benda pejal lainnya,
muai volumlah yang harus kita perhatikan (paling dominan).
Sebuah kubus dipanaskan dan diukur
dengan Musschenbroek
Pertambahan volume suatu zat yang dipanaskan, secara fisis:
1. Berbanding lurus dengan volume mula-mula zat
2. Berbanding lurus dengan perubahan suhu zat
3. Bergantung dari jenis bahan
Pertambahan
volume zat yang terjadi akibat panas, secara matematis dapat dituliskan:
Keterangan:
No comments:
Post a Comment